Home
news
Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Rektor Baru IAI Ngawi

Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Rektor Baru IAI Ngawi


Selasa, 2017-01-03 - 16:34:15 WIB

     Drs. H. Mustaqim, Dip.Is, M.Pd.I yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Rektor I (Bidang Akademik) dilantik sebagai rektor baru Institut Agama Islam (IAI) Ngawi masa bhakti 2017-2020 menggantikan Drs. H. Imam Syuhadi, M.Pd yang telah menjadi pejabat rektor dari Tahun 2012-2016. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan rektor dilakukan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ngawi (YPI) H. Rudi Tri Wahid, S.Ag, dihadapan Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Ngawi dan Dosen Institut Agama Islam Ngawi, Jum’at, 30 Desember 2016 bertempat di Aula Kampus IAI Ngawi.

     Drs. H. Imam Syuhadi, M.Pd dalam sambutan penutup masa bhaktinya menyampaikan bahwa pergantian pimpinan merupakan momentum yang sangat penting bagi suatu organisasi, karena diharapkan pimpinan baru nantinya lebih amanah, adil, kreatif dan inovatif  dalam memajukan Institusi. Beliau juga berharap Rektor baru siap memberikan pelayanan yang lebih baik bagi para pemangku kepentingan (stakeholder), lebih bijak mengambil keputusan, memberikan iklim kondusif dalam dunia keilmuan dan dunia kerja. Drs. H. Imam Syuhadi, M.Pd juga mengucapkan terima kasih  kepada tokoh pendiri serta segenap pengurus Yayasan Pendidikan Islam Ngawi, serta seluruh sivitas akademika IAI Ngawi yang telah memberikan dukungan dan kerjasama yang baik dalam mengembangkan IAI Ngawi selama periode masa jabatan yang diembannya.

     Sementara Drs. H. Mustaqim, Dip.Is, M.Pd.I dalam pidato pertamanya sebagai Rektor Institut Agama Islam Ngawi masa bhakti 2017-2020 mengungkapkan bahwa pelantikan dirinya sebagai rektor merupakan komitmen dan kerja berat untuk menumbuhkembangkan IAI Ngawi. Drs. H. Mustaqim, Dip.Is, M.Pd.I turut mengajak semua pihak untuk mengupayakan berbagai kemitraan dalam mewujudkan visi misi institut, sehingga IAI Ngawi memiliki harapan dan cita-cita menghasilkan lulusan yang berkualitas. Kualitas lulusan tidak hanya cerdas dalam bidang intelektual semata tetapi juga memiliki integritas, moral dan spiritual yang tinggi. Sehingga kualitas sumber daya manusia mulai dari input yaitu calon mahasiswa baru, mahasiswa yang telah menempuh perkuliahan, dosen serta tenaga kependidikan  juga harus ditingkatkan, pungkasnya.


Share Berita