Himpunan mahasiswa Program Studi PGMI IAI Ngawi telah mengadakan kunjungan di kota Malang yang didampingi oleh BApak dan Ibu dosen PGMI. Tujuan pertama dan utama dari perjalanan kali ini adalah di MI BAIPAS Malang. Madrasah Ibtidaiyah Sekolah Alam Berbasis Al-Qur’an yang teretak di Jl. Manunggal Sudimoro Utara No. 74 Lowokwaru Malang merupakan sekolah inovatif yang termasuk baru karena kelas tertinggi yaitu kelas 3 MI, namun respon dari masyarakat sangat bagus. Buktinya ketika waktu pendaftaran peserta didik baru, sekolah belum sempat sebar brosur tapi pndaftaran sudah ditutup


Kedatangan HIMA PRODI PGMI dari IAI Ngawi disambut sangat baik oleh Kepala dan juga guru-guru MI Baipas Malang. Kegiatan diawali dengan sambutan dari Bapak Arga Rriyandana, M.Pd selaku Kepala MI BAIPAS Malang dan Bapak Abdul Aziz Binsa, M.Pd selaku kaprodi PGMI IAI Ngawi.


Kegiatan dilanjut dengan pemaparan materi dari kepala MI Baipas Malang yang menjelaskan tentang selayangg pandang mengenai MI Baipas Malang, cerita maupun kasus pada anak jenjang SD, tantangan generasi mulai 1.0 sampai 4.0, parenting, dan masih banyak lagi yang lainnya. Berdasarkan pemaparan pemateri, salah satu keunggulan yang yang dimiliki MI Baipas Malang selain telah bermitra dengan sekolah alam nusantara yaitu tidak memberikan PR kepada siswa-siswinya. Sebelum pertemuan ditutup, mahasiswa diberi sesi untuk bertanya kepada Bapak Kepala MI Baipas Malang. Dalam sesi pertanyaan ini, banyak mahasiswa yang memberikan reaksi balik dari paparan pemateri dengan penuh antusias. Dan dilanjutkan dengan MoU HIMA PRODI PGMI dengan MI BAIPAS Malang.


Sesuai dengan kurikulum 2013 yang dikolaborasikan dan dikembangkan dengan kurikulum sekolah alam, bimbingan konseling dan bimbingan parenting, kegiatan belajar mengajar lebih menekankan outdoor, misalnya siswa pergi ke kebun untuk membuktikan tanaman putri malu yang daunnya menutup ketika dipegang maupun ditiup, dll. MI BAIPAS Malang telah menerapkan dokumen pembelajaran secara digital dan juga aplikasi rapot digital. Guru-guru MI Baipas Malang juga sudah terbiasa berangkat pukul 06.00 WIB dan pulang malam karena sepulang anak-anak pukul 16.30 WIB, guru harus micro teaching terlebih dahulu untuk persiapan mengajar keesokan harinya. Dengan mengkolaborasikan karakter dan nilai-nilai Al-Qur’an dengan pendidikan di lingkungan alam membuat para siswa tidak mudah bosan dan mudah menerima pelajaran.


Usai melakukan kunjungan ke MI Baipas Malang, HIMA PRODI PGMI melanjutkan perjalanan ke Museum Angkut dan juga Batu Night Spektakuler (BNS). Berikut dokumentasi dari perjalanan kali ini.
Foto bersama di Museum Angkut


Sesuai dengan kurikulum 2013 yang dikolaborasikan dan dikembangkan dengan kurikulum sekolah alam, bimbingan konseling dan bimbingan parenting, kegiatan belajar mengajar lebih menekankan outdoor, misalnya siswa pergi ke kebun untuk membuktikan tanaman putri malu yang daunnya menutup ketika dipegang maupun ditiup, dll. MI BAIPAS Malang telah menerapkan dokumen pembelajaran secara digital dan juga aplikasi rapot digital. Guru-guru MI Baipas Malang juga sudah terbiasa berangkat pukul 06.00 WIB dan pulang malam karena sepulang anak-anak pukul 16.30 WIB, guru harus micro teaching terlebih dahulu untuk persiapan mengajar keesokan harinya. Dengan mengkolaborasikan karakter dan nilai-nilai Al-Qur’an dengan pendidikan di lingkungan alam membuat para siswa tidak mudah bosan dan mudah menerima pelajaran.


Usai melakukan kunjungan ke MI Baipas Malang, HIMA PRODI PGMI melanjutkan perjalanan ke Museum Angkut dan juga Batu Night Spektakuler (BNS). Berikut dokumentasi dari perjalanan kali ini.
Foto bersama di Museum Angkut.(adm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *